Tingkatan Surga untuk Penghafal Al-Quran

Tingkatan Surga untuk Penghafal Al-Quran. Anda di mana? 

Allah SWT telah menjanjikan balasan surga bagi orang-orang mukmin yang bertaqwa. Tingkat keimanan dan ketaqwaan masing-masing orang berbeda dengan yang lainnya. Maka di surgapun derajat mereka berbeda-beda. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa surga terdiri dari seratus derajat.

Imam Al-Qurtubi dalam kitabnya At-Tadzkiroh Fi Ahwaalil Mauta Wa Umuuril Akhirah menguraikan beberapa riwayat tentang derajat surga tersebut. Diantaranya diriwayatkan oleh Tirmidzi, dari Atha’ bin Yassar, dari Mu’adz bin Jabal bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Surga itu ada seratus tingkatan, dan setiap tingkatannya jaraknya antara bumi dan langit. Tingkatan yang paling tinggi ialah surga Firdaus, dan yang paling utama juga surga Firdaus. Daripadanyalah mengalir sungai-sungai surga. Apabila kalian memohon kepada Allah, mohonlah surga Firdaus,” Kata Tirmidzi, Atha’ bin Yassar itu tidak mendapati Mu’adz bin Jabal.” Tetapi setahu saya, hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah secara sahih dan dengan isnad yang muttasil, seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya.

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Wahab, dari Abdurrahman bin Ziyad bin An’am, dari Utbah bin Ubaid adh-Dhabyi, dari seorang perawi yang meriwayatkan hadist ini kepadanya bahwa seseorang datang kepada Nabi saw dan bertanya, “Wahai Rasulullah, ada berapa tingkatan di surga ?” Beliau menjawab, “Seratus tingkatan.. jarak masing-masing tingkat adalah setinggi bumi dan langit. Di tingkat pertama, kamar, rumah, pintu, ranjang, dan kunci-kunci pintunya terbuat dari perak. Di tingkat kedua, kamar rumah, pintu, ranjang, dan kunci-kunci pintunya terbuat dari emas. Dan di tingkat ketiga, kamar rumah, pintu, ranjang, dan kunci-kunci pintunya juga terbuat dari permata, mutiara, dan zamrud. Sedangkan, sembilan puluh tujuh tingkatan lainnya tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.”

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Nabi SAW bersabda, “sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan. Seandainya seluruh makhluk alam berkumpul di salah satu tingkatannya saja, masih cukup menampung mereka.” Kata Tirmidzi, hadits ini gharib.

Derajat Ahli Qur’an
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seseorang yang rajin membaca Al-Qur’an dimasukkan dalam surga, dikatakan, ‘bacalah dan naiklah.’ Ia pun membaca sambil naik dengan setiap ayat satu tingkatan sampai akhirnya ia membaca ayat terakhir yang ada bersamanya.”

Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dikatakan kepada orang yang tekun membaca Al-Qur’an,”Bacalah dan naiklah dengan pelan-pelan, seperti kamu membacanya sewaktu di dunia, karena sesungguhnya tempatmu ada pada ayat terakhir yang kamu baca.”

Diriwayatkan oleh Abu Hafash Umar bin Abdul Majid al-Qarsyi al-Mayanisyi dalam kitabnya Al-Ikhtiyar Fia l-Malah Min al Akhbay Wa Al-Atsat dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW bersabda, “Tingkatan-tingkatan surga itu sesuai dengan ayat Al-Qur’an, dan setiap ayat satu tingkatan. Padahal di dalam Al-Quran itu terdapat enam ribu dua ratusenam belas ayat. Jarak antara masing-masing tingkatan adalah seperti kira-kira antara langit dan bumi, dan berakhir pada puncak ‘illyyin yang memiliki tujuh puluh ribu tiang terbuat dari intan permata yang sanggup menerang: jarak sejauh perjalanan selama tiga hari tiga malam.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Syaibah bahwa Aisyah berkata, “Sesungguhnya jumlah ayat Al-Qur’an itu sesuai dengan jumlah tingkatan surga, Tidak ada seorangpun penghuni surga yang lebih utama daripada orang yang rajin membaca Al-Qur’an.” Demikian dituturkan oleh al-Makki.

Menurut para ulama ahli sunnah wal jamaah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan orang-orang rajin membacanya, adalah yang tahu akan hukum-hukum halal haramnya dan yang sekaligus mengamalkannya. Menurut Malik, ada sementara orang yang rajin membaca Al-Qur’an, tetapi ia tidak memiliki kebajikan sama sekali karena ia tidak ikhlas, seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya dalam hadits a; Abbas bin Abdu; Muthalib and juga hadits Abu hurairah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Abu Hadbah alias Ibrahim bin Hadbah, dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain tetapi ia tidak mengamalkan isinya atau bahkan membelokkannya, maka Al-Qur’an akan menjadi saksi dan penuntunnya ke jahanam. Dan barangsiapa mempelajari Al-Qur’an lalu ia mengamalkan isinya maka Al-Qur’an akan menjadi saksi dan penuntunnya ke surga.”

Sebagaimana sudah dikemukakan sebelumnya bahwa surga itu memiliki seratus tingkatan, dan Allah menyediakannya buat orang-orang yang berjihad pada jalan-Nya. Jihad memang dijanjikan seratus derajat surga, tetapi membaca Al-Qur’an dijanjikan seluruh derajat yang ada di dalamnya.(mu/frz/orn/Kitab At-Tadzkiroh Fi Ahwaalil Mauta Wa Umuuril Akhirah halaman 960-963)