Menghafal Al-Quran Plus Tadabburnya

Tingginya angka buta aksara Al-Qur’an, rendahnya keinginan memiliki al-Qur’an terjemah, apalagi buku-buku tafsir, membaca tanpa memahami, menghafal miskin penghayatan, menjadikan ayat sebagi jimat, memandang Al-Qurán hanya sebagai bacaan biasa, tadarus sekedar untuk khatam/tamat dan mendapatkan pahala adalah pemandangan umum masyarakat Indonesia. Hal itu semakin diperparah lagi oleh perilaku agamawannya yang tidak sungguh-sungguh dalam mendakwahkan Al Qurán. Atas dasar itulah, Bachtiar Nasir, Lc mendirikan Ar Rahman Quranic Learning (AQL) Center Jakarta. Di antara programnya adalah Gerakan Nasional Tadabbur Qur’an (GNTQ), baik segmen umum maupun remaja. Berikut ini petikan penjelasan pria alumnus Ponpes Gontor ini tentang pentingnya tadabbur Al Quran saat menghadiri Milad ke-24 YDSF Maret 2011 lalu:

Mengapa kita harus tadabbur Al Quran?
Saya menemukan data sekitar 12 % saja dari umat Islam yang punya Al Quran terjemahan. Enam bulan lalu di sebuah kotamadya yang tergolong relijius juga menunjukkan data yang tidak jauh beda. Saya baru mengetahuinya ketika ada MTQ Nasional diadakan di sana saat itu.

Inilah yang dikuatirkan Rasulullah Muhammd saw. bahwa umatnya tidak mengacuhkan atau tidak mempedulikan Al Quran. Allah mengabarkan dalam surat , “Berkatalah Rasul, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang diabaikan.’”

Diabaikan dalam terjemahan ayat di atas berbunyi mahjuro. Makna dari tidak mempedulikan Al Quran (hajrul quran) antara lain tidak sungguh-sungguh membaca dan mendalami (tadabbur) Al Quran. Kebanyakan kita ketika berinteraksi atau bergaul dengan Al Quran ada empat pola:
Dibaca kalau sempat
– Dipelajari (tadabbur) kalau lagi mood
– Dihayati kalau kena musibah
– Diamalkan kalau menguntungkan

Bagaimana cara tadabur Al Quran?
Cara tadabbur Al Quran telah diajarkan Rasulullah saw. sebagaimana termaktub dalam doa beliau sesudah membaca Al Quran. Doanya berbunyi Allohummarhamni bil qur-an waj’alhu li imaman wa nuron wa hudan wa rohmah. Allohumma dzakkirni minhu ma nasitu wa ‘allimni minhu ma jahiltu warzuqni tilawatahu ana-al-laili wa ana-an nahar waj’alhu li hujjatan ya rabbal ‘alamin…

‘Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadaku dengan Al Quran, jadikanlah ia bagiku imam (pemimpin), cahaya, petunjuk, & rahmat. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugerahkanlah padaku kesempatan membacanya pada tengah malam dan siang, jadikanlah ia hujjah (argumentasi) yang kuat bagiku, wahai Tuhan seru sekalian alam. Continue reading “Menghafal Al-Quran Plus Tadabburnya”

Mengenal Menghafal Al-Quran ala Super Tahfidz

Rangkuman Tanya Jawab di Training Super Tahfidz Malang
25-26 Nopember 2017 di Masjid Abu Dzar Al-Ghifari
Bersama Ust. Muhammad Ikhsan Marzuqi

Super Tahfidz Institute :

☑ Parenting
☑ Metode Super Tahfidz
☑ Mencetak Sekolah/Pondok International Super Tahfidz
☑ Kajian Bisnis (utk men support sekolah&kesejahteraan para guru)
☑ Super Tahfidz Teachers Training
☑ Dauroh Arobiyyah untuk membantu guru mempermudah cara mengajar bahasa Arab dengan mudah dan tepat.

السّلام عليكم يا استاذ
Saya ingin bertanya. Metode 200 kali dalam menghafal dalam waktu 2 jam itu bagaimana? Apakah dibaca per ayat 200x? atau per 5 baris misalnya 200 kali? atau bagaimana? bagaimana pemantauannya? berapa jumlah muridnya? جزاكم ﷲ خيرًا

Anjuran untuk pusat tahfidz balita. Jika kita ingin mewujudkan rumah tahfidz untuk balita hendaklah memperhatikan beberapa hal ini, yaitu

Pertama, Hendaklah sejak dini mengadakan kelas tahfidz untuk ibu2 hamil yang dihadiri oleh ibu calon bayi dan lebih baik lagi jika diikuti oleh ayahnya sekali seminggu 2-3 kali untuk memperkuat semangat dan mengontrol kegiatan secara bersama sehingga target yg sudah ditetapkan dapat dicapai bersama-sama.

Kedua, kegiatan kelas tahfidz untuk balita hendaklah diteruskan setelah kelahiran bayi tersebut baik di rumah atau di dalam kelas, jika di dalam kelas maka seminggu bisa dibuat 3-5 hari dengan lama asuhan di kelas selama 8 jam perhari, ini berarti pusat tahfidz untuk balita tersebut hanya mampu membantu selama 8 jam saja dari 24 jam waktu yang tersedia untuk bayi atau hanya 30% saja dari 100% asuhan tahfidz untuk balita, selebihnya yaitu sebanyak 70% lagi menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya di rumah dan ini perlu kerjasama yang kuat antara pusat asuhan tahfidz dengan orang tua jika target yang sudah ditetapkan tersebut ingin berhasil. Continue reading “Mengenal Menghafal Al-Quran ala Super Tahfidz”

Training Menghafal Asyik untuk Sekolah, Pondok, Masjid, Kantor

Alhamdulillah, kami telah berbagi training menghafal Al-Quran di beberapa pesantren diantaranya di Pondok Tahfidz Imam Bonjol Lawang, Pondok Ad-Dhuha Jember, Pondok Bani Shihab Malang, Pondok Hidayatullah Singaraja, Ma’had Kauny Insan Kamil Banyuwangi, Pondok Al-Amin Kepanjen, Pondok Askar Kauny Depok Jakarta, giliran berikutnya adalah Pelatihan Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum (MASTer) dan Menghafal Al-Quran Menurut Al-Quran (MAMA) di Pondok Pesantren Al-Iman Magelang 28-29 Juli 2018. Berikut ini suasana dan testimoninya.

training menghafal

Agenda Training KQS Ar-Rahman

Agenda Training MASTer (Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum) Tahun 2017-2018 (InsyaAllah)

Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum
Training MASTER di Roudhatul Muchlisin Jember, 1 Okt. ’17, sekitar 1000 peserta

28-29 Juli ’18: Ponpes Al-Iman Muntilan – Magelang
13 Juli ’18: Masjid Ar-Ridlo, Jln. Indragiri Sanan Malang
10 Juli ’18: Masjid As-Syuro PCM Sukun Depan SAMSAT Kota Malang
04 Juni ’18: Kuttab Ibnu Mas’ud Sawojajar Malang
03 Juni ’18: Pesantren Anak Shaleh 4 – BBPP Ketindan Lawang
28 Mei 18: SD Muhammadiyah 4 Sudimoro Malang
21 Mei ’18: Training Master di SMKN 2 Turen
05 Mei ’18: Training di IKADI Gondanglegi Kulon
29 April ’18: Training MASTer Plus Qiraah Sab’ah
28 April ’18: Tadabbur Alam Plus MASTer di Malang Selatan
22 April ’18: Training Menghafal Al-Quran untuk Dewasa dan Lansia – Mujahidin Malang Continue reading “Agenda Training KQS Ar-Rahman”

Bimbel Al-Quran: Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum

Oh ya…. Apa yang terlintas dalam pikiran Anda begitu mendengar atau membaca atau mendengar kalimat MENGHAFAL AL-QURAN? Bermacam-macam perasaannya…. pasti.

Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum
Pelatihan Master di Plaza Telkom Malang

Ya… survey membuktikan, apabila kalimat menghafal al-Quran ditanyakan, yang muncul adalah jawaban seperti kata-kata: menghafal al-Quran itu sulit, berat, mudah lupa, sulit nempel, banyak sekali ayatnya, apa mungkin di usia seperti saya…, mungkinkah orang sibuk seperti saya bisa menghafal al-Quran dan kata atau kalimat lainnya. Jadi sebagian besar jawabannya adalah negatif.

Dalam ilmu psikologi disebutkan bahwa apabila kita berpikiran dan berprasangka negatif, hasilnya biasanya akan negatif. Misalnya saat bangun pagi, kemudian kita katakana bahwa hari ini rasanya koq malas sekali, maka bisa dipastikan sepanjang hari ini akan diisi dengan kemalasan dan tidak bersemangat. Tetapi apabila pagi hari di saat bangun, kita mengucapkan rasa syukur dan merasa semangat apalagi ditambah dengan perasaan bahwa hari ini adalah hari terakhir kita, kita akan mengisi dengan berbagai kegiatan positif. Orang Inggris bilang: If youn think you can you can. But if you think you can’t you can’t.

Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum
Pelatihan Master di Kota Pasuruan

Begitu juga dalam menghafal al-Quran, seharusnya yang muncul dalam benak kita adalah kata-kata atau kalimat positif. Bahwa menghafal al-Quran itu MUDAH, MENYENANGKAN dan KEREN. Pada saat kita meyakini kata-kata ini, maka diri kita, lingkungan kita dan Tuhan kita Allah SWT akan benar-benar mengamini serta benar-benar akan memudahkan apa yang kita pikirkan dan menjadikan nyata. Rasulullah bersabda: Ana ‘inda dhanny ‘abdibii: Aku (Allah) tergantung persangkaan hambaku.

Training Master bersama Walimurid TK Ar-Ridlo dan Jamaah di Masjid Ar-Ridlo Malang

Hal lain yang membuat kita seharusnya benar-benar yakin bahwa menghafal al-Quran itu mudah dihafal adalah firman Allah dalam surat Al-Qomar. Ayat dalam surat dalam al-Quran urutan ke 54 ini diulang bahkan sampai 4x yaitu ayat 17, 22, 32 dan 40. Allah berfirman: walaqad yassarnal qurana lidzzikri, fahal min muddakir: Dan sungguh telah aku mudahkan Al-Quran untuk dijadikan pelajaran. Maka siapa yang akan mempelajarinya. Para ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mudah dijadikan pelajaran adalah mudah dibaca, dihafal dan dipelajari baik oleh orang Arab maupun non-Arab. Buktinya, sejak Al-Quran diturunkan pertama kali sampai sekarang, telah jutaan orang yang belajar membaca Al-Quran, belajar terjemah, tafsir, tadabbur, qiraah dan lain-lain. Continue reading “Bimbel Al-Quran: Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum”