Menghafal Al-Quran Menurut Al-Quran

Bagaimana menghafal Al-Quran menurut Al-Quran?

Mari kita lihat beberapa ayat yang berkaitan dengan menghafal Al-Quran dalam Al-Quran. Ini adalah bentuk tadabbur ayat-ayat Al-Quran dan dihubungkan dengan kegiatan membaca khususnya menghafal.

Mari kita mulai tadabbur ayat-ayatnya. Semoga kita bisa melaksanakannya.

Pertama: Niat ikhlas karena Allah SWT. Allah hanya menerima amal shalih yang dilakukan dengan keikhlasan atau mengharap ridha dan balasan dari Allah SWT. Tanpa niat ikhlas dalam menghafal Al-Quran, sia-sialah amal kita. Amal yang tidak dilakukan dengan ikhlas biasanya tidak istiqomah, tidak kontinyu, tidak ajeg. Sebentar semangat, sisanya malas. Hal itu karena motivasinya bukan karena mengharapkan pujian dari Allah tetapi bisa jadi yang dicari adalah pujian dari manusia (riya’). Semoga kita terhindar dari hal yang demikian. Allah berfirman dalam surat Al-Bayyinah 5: Padahal mereka hanya diperintahkan beribadah kepada Allah dengan keikhlasan, semata-mata taat karena (menjalankan) agama.

Seseorang yang punya niat yang ikhlas akan terhindar dari gangguan syetan yang terkutuk. Terhindar dari rasa malas. Yang terbayang adalah betapa Allah sangat sayang padanya dan mendorongnya untuk semangat menghafal Al-Quran, muraja’ah (mengulang hafalan), sering mendengarkan bacaan Al-Quran, mengamalkan isinya dan dia ingin untuk mengajarkannya kepada orang lain (dakwah).

Kedua adalah Dzikir dan Doa. Mari memulai segala sesuatu kebaikan khususnya sebelum membaca dan menghafal Al-Quran dengan dzikir dan doa terlebih dahulu. Selain tentu saja membaca ta’awudz dan basmalah, ada sebuah dzikir yang sangat disarankan agar kegiatan menghafal Al-Quran kita dimudahkan oleh Allah. Dzikir tersebut adalah membaca istighfar dan taubat yaitu.. astaghfirullahal’adziim waatuubuilaiiiih. Junjungan dan teladan kita Nabi Besar Muhammad SAW membaca istighfar dalam sehari minimal 70kali dan dalam riwayat yang lain 100x.

Apa manfaat bila kita membaca dzikir tersebut…? Disebutkan dalam Al-Quran surat Hud ayat 3: Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu (istighfar) dan bertobat kepadaNya. Niscaya (pasti) Dia akan memberikan kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap roang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).

Dalam ayat ke 52: Dan (Hud berkata): “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan (istighfar) kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepadaNya. Niscaya (pasti) Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras (rizki yang banyak). Dia (juga) akan menambah kekuatan di atas kekuatanmu. Dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa”. Dalam Al-Quran surat Hud ayat 61: ……., Karena itu mohon ampunlah kepadaNya kemudian bertobatlah kepadaNya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmatNya) dan memperkenankan (doa hambaNya).

Kesimpulannya adalah dengan membaca astaghfirullahal’adziim waatuubuilaiiiih berulang-ulang, diucapkan dengan penuh penghayatan dari hati yang paling dalam, disampaikan kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan berusaha/berjanji untuk tidak mengulangi lagi maksiat/dosa yang pernah dilakukan (tobat), Allah akan memberikan berbagai kebaikan seperti di atas. Apa hubungannya dengan praktek belajar Menghafal Al-Quran? Allah akan memberikan 1. kenikmatan menghafal Al-Quran, 2. Diberikan karunia (otak yang sehat, waktu yg lapang, guru dan ortu yang mendukung dll), 3. Rizki berupa kemudahan memahami ayat-ayat yang dibaca, lingkungan yang kondusif. 4. Kekuatan dalam menghafal Al-Quran. Kuat mengulang berlama-lama. Tidak mudah bosan. Diberikan kesabaran yang tinggi. 5. Diberikan kasih sayang (rahmat) olehNya dan diperkenankan semua keinginan / doanya. Allahuakbar. Dan itu hanya akan didapat bila kita membiasakan membaca astaghfirullahal’adziim waatuubuilaiiiih. Selamat mencoba.

Ketiga: Munculkan perasaan senang, rasa syukur dan sabar dalam belajar menghafal Al-Quran. Allah berfirman dalam surat Yunus 57-58: Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. Katakanlah (Muhammad): “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan

Al-Quran dengan fungsi yang banyak di atas seharusnya para pembaca dan penghafal Al Quran itu BERGEMBIRA. Mengapa? Karena usaha mereka menjaga kemurnian Al-Quran dengan menghafalkannya dibalas Allah dengan yang lebih baik daripada harta yang dikumpulkan oleh siapapun. Balasan itu adalah Surga Firdaus, tertinggi sesuai dengan hafalan dan amalan yang dia lakukan. Allahuakbar.

Berikutnya agar praktek belajar membaca dan menghafal Al-Quran bertambah-tambah nikmatnya, kita harus memperbanyak rasa SYUKUR kepada Allah. Bagaimana prakteknya? Dengan banyak membaca hamdalah, menambah dengan ketaatan dan menghindari kemaksiatan. Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7: Sungguh jika kamu (pandai / banyak) bersyukur, sungguh akan AKU akan tambahkan nikmatKu kepadamu. Tetapi jika kamu tidak bersyukur (ingkar/kufur), sungguh siksaku amatlah pedih. Ya Allah.. jadikan kami hamba yang pandai bersyukur dan hindarkanlah dari azabmu. Mari memperbanyak doa: Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika, wasyukrika wa husni ‘ibaadatika.

Yang tidak kalah penting juga dalam menghafal Al-Quran adalah memiliki sifat SABAR. Dalam Quran surat Al-Baqoroh 153 disebutkan: Dan minta tolonglah kamu dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama (senang) dengan orang-orang yang sabar. Dalam ayat yang lain, Al-Baqoroh 45-46: Sesungguhnya yang demikian itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (dalam shalatnya). Mereka yang khusyu’ adalah mereka yang meyakini pertemuan dengan Tuhannya dan bahwa kepada Tuhannyalah semua amal akan dipertanggungjawabkan. Dalam surat Az-Zumar disebutkan: Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.

Keempat: Mulai dari yang mudah. Ya, segala sesuatu akan ringan bila dimulai dari yang mudah. Juz atau surat apa yang paling mudah dalam menghafal Al-Quran? Tentu saja paling mudah adalah surat-surat pendek yang ada di dalam Al-Quran juz 30. Biasakan menghafal Juz ‘Amma tersebut (baik dari bawah atau dari atas) dan selanjutnya ditingkatkan kepada juz 29-28-27. Bagaimana bila ingin menghafal yang mudah dari Juz Awal? Tidak ada masalah. Mulailah dari yang mudah. Misalnya dari ayat 1-5, ayat kursi dan 2 ayat berikutnya atau 3 ayat terakhir. Ayat-ayat tersebut sudah sering kita baca di dzikir al-Matsurat dan juga sering dibaca oleh para Imam Shalat Jamaah. Bila menemui ayat yang panjang, potonglah menjadi beberapa bagian kecil (ayat pendek) sehingga mudah dan ringan menghafalkannya. Setelah benar-benar hafal, praktekkan dalam shalat sunnah maupun wajib. Hal ini seperti perintah Allah dalam surat Al-Muzammil ayat 20: Maka bacalah bagian dari Al-Quran yang mudah-mudah. Bahkan diulang penegasan potongan arti ayat tersebut 2x.

Kelima: Pelan-pelan. Al-Quran adalah hidangan (makdubah) menurut Abdullah bin Masud ra. Karena ia adalah hidangan dari Allah, yang pasti nikmatnya, maka kita harus pelan-pelan atau menikmati dalam mempelajarinya, mentadaburi dan menghafalkannya termasuk mengamalkannya.

6. Sedikit-sedikit. Dalam proses belajar, perlu tahapan-tahapan (step by step). Selain perlahan-lahan dalam proses menghafalkannya, juga sedikit-sedikit ayat yang kita hafal. Sedikit jumlah ayat yang dihafal dan banyak pengulangan (murajaah). Disebutkan dalam surat Al-Insan: Inna nahnu nazzalna ‘alaikal quranal tanziila: Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Quran secara berangsur-angsur. Hal ini tentu dalam rangka agar umat Nabi Muhammmad mudah dalam mempelajari, menghafal dan mengamalkannya. Tidak heran bila diperlukan waktu sekitar 23 tahun untuk menurunkan 30 juz sehingga Nabi dan para sahabat lebih kurang dalam waktu tersebut mereka orang-orang terbaik dalam menyelesaikan hafalannya.

7. Tadabbur (berusaha memahami artinya). Tadabbur berarti memahami, merenungi, menghayati dan mempelajari lebih dalam ayat yang dibaca. Sebagaimana kata Ibnu Taimiyah, Al-Quran diturunkan bukan untuk sekedar dibaca, dihafalkan atau sebagai wirid. Al-Quran diturunkan untuk diamalkan. Sebelum diamalkan, perlu pemahaman terlebih dulu (tadabbur). Allah berfirman dalam surat Muhammad 24: Maka mengapa mereka tidak memahami Al-Quran (saat membaca)? Ataukah hati mereka mati (terkunci). Ibnu Umar ra juga berkata: Tidak ada kebaikan yang sempurna dalam belajar (membaca dan menghafal) Al-Quran kecuali disertai dengan tadabbur. Walisongo berkata: Moco Quran angen-angen sakmaknane. Bacalah (menghafal) Al-Quran dengan berusaha memahami arti yang tersurat. Insyaaalah dengan membaca plus tadabbur kita akan mendapatkan kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena luar biasa nikmatnya.

8. Sering praktek.
9. Sungguh-sungguh,
10. Tawakkal,
11. Praktekkan dalam shalat,
12. Amalkan,
13. Ajarkan kepada yang lain,
14. Tingkatkan taqwa, hindari maksiat (Diajari oleh Allah SWT).