Belajar Mengaji di Tegal

Alhamdulillah, saat ini kami hadir di Kota Tegal Jawa Tengah. Bagi warga Muslim Tegal yang serius ingin belajar Al-Quran, mengaji dari nol, belajar menghafal dan melagukannya (qiroah), kami siap hadir ke tempat Anda atau Anda hadir di tempat kami (syarat dan ketentuan berlaku). Silakan menghubungi kami di +62.882.2796.3066.

Dalam belajar Al-Quran, yang paling menentukan keberhasilan adalah NIAT. Bila niat kita belajar mengaji benar-benar ikhlas karena Allah taala, insyaallah proses belajar mengaji akan menjadi mudah. Apapun kendalanya misalnya karena jarak, usia, belum pernah mengaji, sering lupa, tidak sabaran, mudah putus asa, tidak ada biaya akan bisa diatasi.

Dengan niat yang ikhlas, proses belajar akan menjadi menyenangkan. Tidak akan ada rasa malu/gengsi walaupun yang mengajari mengaji Al-Quran usianya lebih muda. Walaupun saat belajar mengaji sering salah dan perlu dikoreksi, dia akan enjoy, menikmati kesalahannya karena dia bersyukur mendapatkan ilmu baru. semakin ikhlas seseorang belajar Al-Quran, semakin mudah ilmu mengaji yang akan diterima.

Faktor lainnya agar kita sukses belajar Al-Quran atau mengaji baik untuk anak-anak, remaja atau dewasa bahkan lansia adalah harus ISTIQOMAH. Sepandai apapun otak kita dalam menyerap ilmu Al-Quran, apabila belajarnya setengah-setengah, tidak full, malas-malasan, hasilnya pasti akan biasa alias tidak maksimal. Mari kita membandingkan antara belajar Al-Quran dengan belajar Bahasa Inggris misalnya. Orang yang belajar Bahasa Inggris rela membayar mahal untuk kursusnya, untuk sekolahnya. Sejak SD, SMP, SMA dia belajar Bahasa Inggris. Belum lagi ditambah dengan les privat/classicalnya. Kadang dia melanjutkan S1, S2 bahkan S3 Bahasa Inggrisnya. Mengapa dia begitu semangat belajar Bahasa Inggris, padahal yang dia dapat kebanyakan hanya duniawi. Sementara belajar Al-Quran, yang didapat tidak hanya duniawi tapi juga ukhrowi. Belajar Mengaji Al-Quran akan menjadikan pahala kita bertambah-tambah. Akan menjadi syafaat di hari Kiamat. Allah taala juga akan memberikan mahkota bagi orangtuanya. Kedudukannya di Surga juga akan spesial karena berada di tingkat yang tinggi sesuai hafalannya dan tentu saja pengamalan ayat-ayatnya.

Faktor berikutnya yang menentukan kesuksesan belajar AL-Quran atau mengaji ini adalah memiliki kelompok / teman belajar. Pasti beda dong, belajar sendiri dengan belajar bersama-sama. Dengan belajar bersama-sama, kita akan lebih bersemangat. Ada rasa kompetisi antara murid satu dengan murid lainnya dalam mengaji atau belajar Al-Quran ini. Karena itu, sambil Anda belajar sendiri, cari dan ajaklah teman Anda agar suasana belajar lebih bersemangat dan saling mendukung satu dengan lainnya.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah peran DZIKIR DAN DOA. Ya, dzikir yang kita lantunkan setiap saat, doa yang kita panjatkan seusai shalat juga memiliki peranan penting dalam keberhasilan belajar mengaji Al-Quran, menghafal dan melagukannya. Pasti beda hasilnya bagi orang yang senang berdzikir/berdoa dengan yang tidak. Orang yang senang berdzikir dan berdoa menganggap bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah dan merasa sangat butuh pertolongan Allah taala.

Semoga kehadiran kami di Kota Tegal bermanfaat, bisa sedikit membantu warga Muslim yang ingin belajar Al-Quran dengan mudah dan menyenangkan. Silakan menghubungi kami di +62.882.2796.3066.

Terapi PAZ Malang

Terapi Sehat dengan Dzikir, Membaca dan Menghafal Al-Quran dikombinasi dengan PAZ Al-Kasaw (Pengobatan Akhir Zaman) di Malang, Situbondo dan Banyuwangi. Praktek di Malang setiap hari setelah Asar – 20.00. Praktek di Situbondo dan Banyuwangi satu bulan sekali. Hubungi 082.333.160.800 untuk konsultasi dan pendaftaran.

Almadulillah, atas izin Allah kami siap membantu warga Muslim khususnya warga Malang. Beberapa macam penyakit insyaalah bisa kami bantu terapi dengan Terapi Qurani (Ruqyah) dikombinasikan dengan metode PAZ atau Terapi Pengobatan Akhir Zaman Al-Kasaw sesuai proporsi masing-masing. Adapun penyakit hati juga bisa kami bantu seperti malas shalat, pelit, pemarah, kesurupan, stress, galau, gelisah, mudah marah, suka berbohong, iri hati, suudhon, kebiasaan jelek seperti melihat foto/video porno, kecanduang HP, hobby negatif, merokok dll. Penyakit fisik yang bisa kami bantu terapinya adalah Asam Urat, Jantung, Gatal-gatal, biduran/alergi, Kolesterol, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Stroke, Asma, Syaraf Kejepit (HNP), Ambeien, tidak bisa duduk/berdiri, sakit ginjal, Sinus, paru-paru, tulang bengkok / skeleosis, tumor, kanker dan penyakit komplikasi lainnya.

Semua penyakit fisik maupun hati di atas akan kami bantu terapi kesehatan (agar selalu berkeadaan homeostasis, seimbang, sehat) yang terapi / dasar pengobatannya berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits. Bagaimana kesembuhannya? Wallahu’lam bisshawwab. Data kami menunjukkan, 75% lebih sehat setelah berobat dengan kami dan sisanya belum ada perubahan. Menurut Kitab Thibbun-Nabawi dan penelitian kami, 75% penyakit berasal dari masalah hati (jiwa, pikiran) yang bermasalah. Karena itu, jagalah hati agar selalu sehat, bersih dan khusnudhon serta ridha atas apapun yang yang terjadi. Perbanyak syukur dan sabar serta ikhlas. Insyaallah kita akan lebih sehat. Makanlah dari sumber yang halal dan thayyib.

Di bawah ini beberapa testimoni dari pasien yang alhamdulillah sembuh atas izin Allah taala. Waidza maridtu fahuwa yasyfiin : Dan jika aku sakit, Dialah (Allah) yang akan menyembuhkanku (QS. Asy-Syuara 80).

Ibu Ika: Telinga berdenging, Ibu Neni: tidak bisa duduk saat shalat, Bapak Raymond: susah berdiri setelah duduk dan sering pusing, Ibu Lintje: Fertigo dan punggung kaku, Ibu Dian: Gatal-gatal saat musim dingin (biduran) dan badan terasa berat semua, Ayahnya Bu Dian: Jantung dan susah jalan, bu Gito: komplikasi, Bu Kiki: Komplikasi penyakit termasuk sudah cuci darah dll.

Semoga kehadiran kami bisa membantu sesama dan akhirnya kita tidak perlu dirawat di rumah sakit atau minum obat kimia, kualitas kesehatan kita membaik, bisa bekerja dengan nyaman, tidur nyenyak, beribadah dengan khusyu dan lain-lain karena kesehatan yang sudah pulih dari penyakit dengan terapi kesehatan Metode PAZ Al-Kasaw. Rumah Tahfidz Ar-Rahman Malang siap berbagi manfaat untuk terapi kesehatan yang aman dan nyaman.

Berikut ini beberapa testimoni dari pasien yang telah berobat dengan Terapi PAZ Al Kasaw di Rumah Tahfidz Ar-Rahman:

Assalamualaikum Pak Ustadz…Alhamdulillah Pak sy setelah diterapi tadi badan jadi enak bangun tidur siang segar dan kepala enteng tdk gliyeng/mumet. Saya memang sedang dalam pengobatan sinusitis yg rencana tg.4 Agustus akan di irigasi dg bius umum tapi batal krn KU saya yg tdk mendukung, Alhamdulillah setelah diterapi Pak Ustadz dengan PAZ Al-Kasaw tadi cairan yg di dalam sinus keluar dan mudah2an cepat kering, mohon do’anya Pak Ustadz…Jazaakalahu khoiron katsiro…

[00:03, 9/11/2019] : Alhamdulilah keluhan saya sangat berkurang banyak setelah dilaksanakan terapinya. Sy sering mengalami migrain dan mulai hari Jumat tambah parah karena disertai flu dan batuk, hari sabtu sore sampai senin hanya bisa tiduran saja karena nyeri kepala yg hrs sy kurangi dengan obat anti nyeri. Alhamdulilah hari ini dengan terapi ilmu PAZ yang Ustadz Faisal tadi berikan sekarang keluhan nyeri kepala sy hilang dan semakin ringan, Insya Alloh akan saya terapkan bersama teman-teman ustadz. Jazakalloh Khoyron Katsiron Ustadz🙏🙏


[00:03, 9/11/2019] Bismillah
Saya punya riwayat sinusitis dan rhinitis alergi (pilek/bersin2/mampet). Sinusitis sudah lama tidak kambuh, tapi hampir setiap saat hidung saya mampet. Kebetulan tadi hidung saya sedang mampet.Alhamdulillah setelah terapi tadi, hidung saya langsung plong dan kepala terasa enteng. Terima kasih ustadz atas ilmunya yaitu Terapi Sehat dengan PAZ Al-Kasaw 🙏
[00:05, 9/11/2019] : Nggeh alhamdulillah saya sudah merasakan…

[07:20, 9/12/2019] : Assalamualaikum Pak Ustadz …Alhamdulillah Pak sy setelah diterapi tadi badan jadi enak bangun tidur siang segar dan kepala enteng tdk gliyeng/mumet. Saya memang sedang dalam pengobatan sinusitis yg rencana tg.4 Agustus akan di irigasi dg bius umum tapi batal krn KU saya yg tdk mendukung,Alhamdulillah setelah diterapi Pak Ust.tadi cairan yg di dalam sinus keluar dan mudah2an cepat kering, mohon do’anya Pak Ustadz…Jazaakalahu khoiron katsiro…
[02:48, 9/13/2019] : Alhamdulilah. Dengan terapi dari ustad, biduran yg tlah sy derita selama ini bisa berkurang gatalnya. Dan badan serasa enteng dan segar.

[02:48, 9/13/2019] : Begitu pula dengan ayah saya.sebelum diterapi ustad, ayah sy susah jalan dan kalo bangun dari duduk juga susah. Alhamdulilah sekarang berjalan sudah agak normal, begitu pula kalo bangun dari duduk juga mudah. Badannya jg terasa enakan. Terima kasih Ustad atas terapinya.

[14:20, 9/18/2019] : Assalamualaikum wrwb.
Sy Neni Ekowati (60th) penderita OA (Ostheo Artritis) atau pengapuran di lutut sebelah kanan. 15 Sept’19 sy di terapi ustad.
Awalnya lutut sblh kanan bila ditekuk sakit sekali, jd sdh bbrp bulan sy tdk bs sholat dgn normal, akhirnya saat sujud sy duduk.
Kmarin stlh slesai diterapi beliau, syukur Alkhamdulillah saat itu juga lutut sy lgs bisa ditekuk, mmg msh sakit tp tdk sesakit spt biasanya dan Alkhamdulillah sdh 2 hr ini saat sholat subuh dan maghrib sdh sholat dilantai meskipun blm sempurna.
Terima kasih ustad, semoga ilmunya bermanfaat bagi banyak orang…Aamiin YRA. Wss.

[05:37, 9/28/2019] : Saya bu Danny, 62th, sakit pembesaran jantung. Sy menderita sakit ini awal Juli kmrn, sesak nafas, cepet capek. Kedokter rutin kontrol tiap bl, msh 2 X kedokter. Alhamdulillah stlh ikut terapi tadi, skrg kok enakan, nafas lebih enteng. Saya merasa sakit, sesak nafas itu kl pas capek, kurang istirahat. Kl biasa, ya nggak merasa apa2. Tp stlh terapi td rasanya spt enteng, lebih enak . . Alhamdulillah pak Ustad, mudah2an ibu2 TQ yg ikut terapi td juga jadi sehat semua 🙏🙏👍

[05:53, 10/2/2019] : Asalamualaikum wrwb, …nderek matur terkait terapi Panjenengan dateng badan kulo, mekaten hasilipun: 1. Kwalitas tilem kulo sekeco (nyenyak) 2. Badan sedoyo kraos sekeco 3. Kantun perangan wonten saluran pipis ingkang radi rewel, awit kolo wau dalu jam 24.00 wib kulo kebelet pipis namung mboten saged medal pipisipun dipun sarengi raos sakit lajeng setiap 15 menit kebelet malih tetep boten saged medal pipisipun ngantos kaping kedadosanipun baru terakhir meniko pipis medal bbrapa tetes, akhiripun kulo mendet toyo wudhlu trs bidal dateng masjid sholat subuh wangsulipun sepanjang jln masjid kermh kulo menunaikan anjuran Panjenengan hentakan kaki kanan dan kiri bergantian dibarengi dikir dari masjid sampai rmh alhamdulillah sesampainya dirmh kebelet…


[18:17, 10/2/2019] : Assalamualaikum wrwb,ustadz… sakderengipun dateng griyo njnengan badan kraos lemes,pipis tasek radi angel,mboten saget tilem,pikiran bingung kalian putus asa.Alhamdulilah saking dalem njnengan sampun saget tilem,badanipun langkung sekeco, manahipun tenang kalian langkung semangat,niki wau mlampah2 nanging tasek dreng saget hentak kaki keras mekaten pak ustadz keadaanipun pak zainul maturnuwun wassalamualaikum wrwb🙏

Assalamulaykum wr wb
Ustadz yg dirahmati Allah….perkenankan kami memberikan testimoni atas terapi PAZ Al-Kasaw di Sawojajar Malang yg sy jalani kmrn…
Nama saya : ibu Sulis
Keluhan sy adalah sakit pada pinggang & pinggul..dan keluhan ini sdh bertahun tahun…sy pernah menjalani terapi di RS selama kurang lebih 1 th (yahun lalu) namun hasilnya kurang memuaskan dlm arti msh tetep sakit. Kemarin sy mengikuti terapi ustadz selama beberapa menit ternyata alhamdulillah dengan izin Allah sy diberi kesembuhan yg sangat berarti (70%). Selang 1 hari (hari ini) sy merasakan perbaikan yg lbh banyak lagi…alhamdulillah..terima kasih ustadz yg sdh berkenan menjadi perantara jalan kesembuhan sy…semoga ustadz & keluarga selalu dlm keadaan sehat dan selalu dlm lindungan Allah SWT…aamiin allahumma aamiin 🤲🤲 Mohon doanya jg ya ustadz agar sy diberi ke ISTIQOMAH an dlm beribadah…aamiin ya Robbal ‘alamin 🤲🤲
Sekali lagi matur nuwun ustadz 🙏

Rumah Tahfidz Malang

Bimbingan Belajar Membaca & Menghafal Al-Quran dari NOL
Waktu Belajar: jam 5-6 pagi, 6-7 malam (Senin-Kamis) : Dewasa
Pilihan Belajar: 1, 2, 3x sepekan @1jam/pertemuan : Dewasa
Kelas TK-SD: Senin-Kamis, ba’da ‘Asar – 17.00

Tahsin – Tahfidz – Terjemah – Tadabbur
Misi: Hidup Bahagia dengan Al-Quran
(anti galau, bingung dan anti stress)

PROGRAM I
# PRA-TAHFIDZ
# Tahsin: cara membaca dengan benar
# Tahfidz: menghafal surat2 pendek dengan artinya dengan mudah

PROGRAM II
# Tahfidz untuk Pemula
# Target: Hafal Juz 30 dengan arti

PROGRAM III
# Tahfidz untuk Umum
# Target: Menghafal surat2 pilihan

PROGRAM IV
# Tahfidz-Tasmi’ 30 Juz
# Target: Hafal 30 juz + arti
# Syarat: Minimal hafal satu juz

Program II-IV
# Syarat: Membaca Al-Quran lancar

Pendaftaran: Rp200rb
Biaya belajar berikutnya: seikhlasnya
Yatim Dhuafa: GRATIS

Fasilitas:
.- Buku Panduan Menghafal
.- Ilmu MASTer+MAMA**
.- ‘Ulumul Quran
.- Perpustakaan
.- Sertifikat

Bonus Belajar:
.- Ilmu Tafsir
.- Adab/Akhlaq
.- Qiraah Sab’ah
.- Ilmu Balaghah
.- Shalat Khusyu’
.- Problem Solving
.- Pidato dan menulis

Pembimbing:
– Pengajar Metode MASTer
– Pengajar Metode Ummi

Info dan Daftar:
Kauny Quranic School Ar-Rahman
Kumis Kucing Dlm 46 RT5/RW2 Malang
WA: 082.333.160.800

** Sertifikat Mengajar
MAMA: Menghafal Al-Qur’an Menurut Al-Qur’an
MASTer: Menghafal Al-Qur’an Semudah Tersenyum

Ayo, Moco Quran Angen-angen Sak Maknane

————————————————————————-

Bagaimana generasi terbaik Islam menghafal Al-Quran? Mari bandingkan dengan kita…. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Abdullah bin Mas’ud ra : “ Sesungguhnya kami merasa kesulitan untuk menghafalkan lafadz-lafadz Al Quran tetapi mudah untuk mengamalkannya. Sedangkan generasi sesudah kami mudah menghafalkan Al Quran tetapi sulit mengamalkannya.”

Abdullah bin Umar ra: “ Dahulu orang yang utama dari Sahabat Rasulullah saw pada generasi awal ini hanya menghafal satu surat atau semisalnya dari Al Quran. Sedangkan generasi akhir dari umat ini pandai membaca Al Quran termasuk anak-anak dan orang buta. Tetapi mereka tidak dikaruniai kemampuan untuk mengamalkannya.”

Belajar Mengaji Al-Quran| Terapi Bekam di Mataram

Alhamdulillah, saat ini kami memiliki cabang di Mataram Lombok. Bagi Anda yang ingin belajar Al-Quran mulai dari membaca dan menghafalkannya, silakan menghubungi kami. Ustadz dan guru kami siap datang ke rumah Anda bila jaraknya memungkinkan.

Selain belajar membaca dan menghafal Al-Quran, kami juga bisa membantu Anda belajar Bahasa Inggris, baik grammar (tata bahasa) maupun conversation (percakapan). Guru ngaji kami di Mataram Lombok selain bisa mengajar mengaji Al-Quran juga pandai Bahasa Inggris. Alhamdulillah, masyaallah. Untuk menjaga kesehatan Anda sekeluarga, kami juga melayani Praktek Terapi Bekam. Sesuai sunnah Nabi SAW, dianjurkan melakukan bekam satu bulan sekali.

Sama seperti di Malang, belajar mengaji dan menghafalnya dengan cara yang mudah, semudah tersenyum. Semua orang bisa mempelajarinya, anak, remaja, dewasa sampai lansia. Kami melayani belajar dari NOL. Insyaallah, Al-Quran akan membuat hidup kita lebih baik karena dengan mempelajarinya, Allah akan memberikan hidayah dan rahmat-Nya.

Syaratnya apa? Niat ikhlas karena Allah adalah yang utama. Selain itu, milikilah semangat pantang menyerah agar lebih sukses dan juga SABAR dalam proses belajarnya. Tidak ada yang instan di dunia kecuali akan berakibat kurang baik bagi siapapun.

Semoga Allah mudahkan Anda mempelajari kalamullah. Aamiin.

Perwakilan Lombok
Jln. Sultan Kharudin
Link. Gubug Memben Kel. Pagesangan Barat
Kec. Mataram – Kota Mataram
(Belakang Pemakaman Umum Sekarbela)
0819.0745.4570 (WA)

Gembira Belajar Membaca dan Menghafal Serta Tadabbur Al-Quran

Gembira Belajar Membaca, Menghafal dan Mentadabburi Al-Quran

Bismillahirrahmanirrahim

Pernahkah Anda diberi sesuatu yang sangat istimewa yang sudah lama diinginkannamun nyaris mustahil didapat karena harganya yang selangit?
Katakanlah, barang itu dikerjakan dengan ketelitian level master, mutu bahannya diambil dari kualitas tertinggi, jenisnya pun sangat langka dan hanya dibuat dalam jumlah terbatas bahkan satu-satunya. Tiba-tiba, suatu hari sebuah paket diantar ke alamat Anda dan benda itu ada di dalamnya, disertai nota singkat: “Hadiah untukmu, nikmati dan bergembiralah!” Bagaimana perasaan Anda? Sudah teramat jelas, bukan? Gembira, kaget, takjub, surprise luar biasa. Bahkan, tanpa disuruh bergembira pun Anda akan melakukannya.

Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum
Bersama Bunda Neno, Ust Bobby Lc, Prof. Syafii Antonio di Jakarta

Akan tetapi, sudah sangat lama ada suatu pemberian luar biasa di tengah-tengah kita, sementara kita belum juga merasa gembira karenanya. Bahkan, sampai-sampai si pemberinya menyuruh kita untuk bergembira. Sejauh itu, masih saja kita tidak menampakkan kegembiraan. Biasa-biasa saja, seolah tak terjadi apa-apa. Pemberian apakah itu? Dialah Al-Qur’an.

Allah berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS Yunus: 57-58)

Sedikit renungan bagi kita. Di sini Al-Qur’an disebut dengan 4 sifat dan fungsi, yaitu mau’izhah (nasihat, pelajaran), syifa’ (obat, penyembuh), huda (petunjuk, bimbingan), dan rahmat. Inilah di antara fadha’il (keutamaan-keutamaan) Kitabullah yang paling pokok.

Sesungguhnyalah, tidak ada pemberian yang sesempurna ini. Ia merangkum semua yang kita butuhkan dalam mengarungi kehidupan. Nasihat dan pelajarannya meneguhkan hati, mengorientasikan pilihan, dan mengoreksi kesalahan. Obatnya menyembuhkan semua penyakit dan gangguan yang meresahkan jiwa, mengeruhkan hati, dan mengacaukan pikiran. Petunjuk-petunjuknya membimbing kita menuju jalan paling lurus dan terjamin keselamatannya menuju Allah. Adapun rahmatnya, ia merupakan bekal serta sandaran yang selalu kita butuhkan di atas seluruh keterbatasan, kekhilafan, dan kekurangseriusan kita. Kurang apa lagi?

Maka, sudah selayaknya kita bergembira diberi karunia sehebat itu. Tapi, benarkah kita bergembira menerimanya? Atau justru merasa susah mendapatinya? Sebenarnya, bagi orang yang benar-benar mengimami dan mengerti, Al-Qur’an itu jauh lebih baik dibanding seluruh harta dan kemegahan duniawi yang mereka kumpulkan. Ya, hanya bagi mereka yang mengimani dan mengerti.

Telitilah lembar-lembar Sirah Nabawiyah, dan akan kita dapati orang-orang yang telah memahami hakikat ini dengan sempurna. Dimulai dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri, empat khalifah pertama dan 6 orang lain yang dijamin surga, demikian seterusnya. Lihat saja Mush’ab bin ‘Umair yang melepas hak warisnya demi akidah ini. Karena iman ditinggalkannya keluarga konglomerat meski diancam tidak diberi warisan sepersen pun. Maka, pemuda yang semula dienal necis dan wangi ini, akhirnya gugur di Perang Uhud dalam kondisi tidak memakai pakaian yang cukup lebar untuk sekedar menutup jenazahnya secara sempurna.

Perhatikan pula Ummu Habibah binti Abu Sufyan yang memilih berhijrah ke Habasyah dibanding berdiam di tengah kaumnya yang kaya-raya namun musyrik. Ayahnya adalah pemimpin kaum kafir dan sangat keras memusuhi Islam. Ummu Habibah tidak peduli harus melarat di negeri asing, demi menjaga iman. Contoh-contoh lain seperti ini masih teramat melimpah.

Pada ayat di atas, kegembiraan terhadap karunia Allah berupa Al-Qur’an dinyatakan dalam bentuk fi’il amar (kata perintah). Dalam bahasa Arab, pola kalimat ini menyatakan sesuatu yang belum terjadi, masih menyimpan kemungkinan “iya” sekaligus “tidak” di dalamnya; dan disebut “jumlah insya’iyyah”. Lawannya adalah jumlah khobariyah”, yaitu pola kalimat yang isinya menceritakan sebuah fakta.

Mengapa kalimatnya diungkap dengan cara begitu? Demikianlah kenyataannya, bahwa kebanyakan kita belum bisa bergembira menerima Al-Qur’an, sehingga secara eksplisit Allah harus menyuruh kita mewujudkannya. Ayat ini tidak menyatakan: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya mereka bergembira.” Bukan begitu, sebab faktanya belum tentu demikian. Ayat ini tidak menceritakan sebuah kejadian. Ia menyuruh kita bergembira, atau mengupayakan supaya bisa bergembira, karena kegembiraan itu memang belum ada dan tidak satu paket bersama Al-Qur’an. Tapi harus diusahakan dan diperjuangkan agar menjadi ada. Maka, di sana dikatakan: “hendaklah dengan itu mereka bergembira.”

Pertanyaannya sekarang, “apakah keberadaan Al-Qur’an menggembirakan kita?” Bila belum, bagaimana upaya kita agar bisa mewujudkan perintah Allah ini? Bunyinya sangat jelas, tidak ambigu: “hendaklah dengan itu mereka bergembira.”

Sungguh Allah tahu bagaimana kita menyikapi kalam-Nya, sehingga secara khusus kita diminta bergembira. Jika saja Allah tahu bahwa kita pasti dan secara alamiah bergembira menerimanya, tentu akan dia ungkapkan di sini. Namun, karena kita tidak demikian, maka Allah pun harus menyuruhnya. Sungguh, kita memang tidak menghargai pemberian-Nya dengan sebenar-benarnya penghargaan, sehingga harus disuruh lebih dahulu. Bukankah emas, perak, dan harta benda duniawi seringkali lebih berharga dibanding firman-Nya? Astaghfirullah!

Ayat-ayat ini sekaligus menegaskan apa yang disampaikan dalam surah Al-Qalam, perihal nilai dan harga Al-Qur’an. Bahwa, dengannya hidup kita menjadi lurus, terarah, bermanfaat, bahagia, dan seterusnya. Kita tidak menjadi gila, resah, bingung, dan dipenuhi kesia-siaan. Di sana, Allah berfirman: “Berkat nikmat Tuhanmu, engkau (hai Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.” (QS Al-Qalam: 2). Wallahu a’lam. (*) Alimin Mukhtar. Kamis, 16 Syawal 1437 H.

Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Quran

KEUTAMAAN ALQURAN (MENYELAMI FIRMAN MENEGUHKAN IMAN)

“Inilah suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi dan dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui”. (QS. Hud: 1)

Ibnu Qayyim dalam Muqaddimah Tahdzib Madaarij Assaalikin menuturkan, “Allah menurunkan Alqur’an untuk kita baca dengan penuh perenungan, untuk kita perhatikan dengan penuh kecermatan, agar kita bahagia dengan senantiasa mengingatnya, agar kita pahami perngertiannya yang paling baik, agar kita yakini, agar kita berusaha menegakkan semua perintah dan menjauhi semua larangannya, agar kita bisa memetik berbagai buah pengetahuan yang bermanfaat yang dapat mengantarkan kita menuju Allah lewat pohon-pohonnya, serta lewat taman dan bunganya. Ia merupakan kitab suci-Nya yang menerangi segala kegelapan. Ia merupakan rahmat-Nya, yang merupakan sebab yang menghubungkan antara diri-Nya dan para hamba-Nya, jika semua sebab terputus. Ia merupakan pintu_Nya yang paling agung yang menjadi tempat masuk. Pintu tersebut terbuka jika semua pintu lainnya tertutup.

Ia adalah jalan lurus yang menyelamatkan semua pandangan dari penyimpangan, zikir bijaksana yang mengendalikan nafsu, serta karunia yang selalu dibutuhkan para ulama. Berbagai keajaiban darinya tidak pernah lenyap, bagian-bagiannya tidak terlepas, ayat-ayatnya tidak pernah pudar, serta petunjuk-petunjuknya tidak bertentangan. Setiap kali mata hari ini merenungkannya, maka akan semakin mendapat petunjuk dan makin terlihat. Setiap kali dikaji, ia dengan sangat deras memancarkan mata air kearifan. Ia adalah cahaya yang mencerahi mata hati, obat yang menyembuhkan hati dari berbagai penyakit, serta kehidupan kalbu, kenikmatan jiwa, taman kalbu, dan pendorong ruh menuju alam bahagia. Itulah kalbu yang telah berinteraksi dengan alqur’an”.

Pernyataan ini merupakan hasil alamiah yang terpaut dengan Alqur’an. Jiwanya penuh dengan berbagai pengertian tersebut. Setiap bejana memang hanya mengeluarkan isinya.

Lantas bagaimana pernyataan tersebut bisa terlintas dalam kalbu kita? Diantara jawaban sekaligus pertanyaan adalah, bagaimana kita berinteraksi dengan Alqur’an? Bagaimana kita hidup bersama Alqur’an? Bagaimana kita terkesan dengan Alqur’an? Bagaimana kalbu kita memberikan respons ketika kita membaca Alqur’an? Bagaimana kita memperhatikan dan mengamalkan Alqur’an? Dari sinilah amal bermula dan menjadi titik permulaan. Continue reading “Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Quran”

Perbedaan Qiraah, Tilawah, Tadarus dan Tadabbur Al-Quran

Qiro’ah, Tilawah, Tadarus, dan Tadabbur Al-Quran

Generasi terdahulu umat Islam dari kalangan Sahabat dan Tabi’in kata
Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah selalu berkumpul untuk tilawah dan saling
menyimak Al-Qur’an dalam rangka menata hati dan mensucikan jiwa
mereka. Rumah-rumah mereka, khususnya di bulan Ramadhan, berdengung tak ubahnya lebah-lebah, terpancari sinar, bertabur kebahagiaan.  Mereka membaca Al-Qur’an dengan tartil, berhenti sejenak pada ayat-ayat yang membuat mereka ta’jub, menangis di kala mendengar
keindahan nasehat-nasehatNya, gembira dengan kabar kebahagiaan. Mereka mentaati perintahNya sebagaimana menjauhi larangaNnya.

Dan ternyata makna qiro’ah – tilawah – tadarus – tadabur memiliki
makna yang berbeda-beda aplikasinya dalam menyikapi Al Qur’an sebagai
kitab suci bagi umat muslimin ini. Lantas apa perbedaannya ? apa saja
definisi-definisinya ? Nah, mari kita tinjau sejenak bersama-sama.

Kata “tilawah” dengan berbagai derivasi dan variasi maknanya dalam
Al-Qur’an terulang/disebutkan sebanyak 63 kali. Kata tilawah ini dalam
beberapa kitab seperti dalam al-Mishbah al-Munir fi Gharib al-Syarh
al-Kabir, Al-Shahib Ibn ‘Ibad dalam al-Muhith fi al-Lughah, Ibnu
Mandhur dalam Lisan al-‘Arab, dan dalam Mukhtar al-Shihah, secara
leksial/harfiah mengandung makna “bukan sekedar” membaca (qiro’ah).

Hemat kata, tilawah Al-Quran dapat diartikan sebagai pembacaan yang bersifat spiritual atau aktifitas membaca yang diikuti komitmen dan kehendak untuk mengikuti apa yang dibaca itu. Sedangkan qiro’ah dapat dimaknai sebagai aktifitas membaca secara kognitif atau kegiatan membaca secara umum, sementara tilawah adalah membaca sesuatu dengan sikap
pengagungan. Oleh karena itu, dalam Al Qur’an kata tilawah sering
digunakan daripada kata qiro’ah dalam konteks tugas para Rasul
‘alaihimussalam. Continue reading “Perbedaan Qiraah, Tilawah, Tadarus dan Tadabbur Al-Quran”

Tingkatan Surga untuk Penghafal Al-Quran

Tingkatan Surga untuk Penghafal Al-Quran. Anda di mana? 

Allah SWT telah menjanjikan balasan surga bagi orang-orang mukmin yang bertaqwa. Tingkat keimanan dan ketaqwaan masing-masing orang berbeda dengan yang lainnya. Maka di surgapun derajat mereka berbeda-beda. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa surga terdiri dari seratus derajat.

Imam Al-Qurtubi dalam kitabnya At-Tadzkiroh Fi Ahwaalil Mauta Wa Umuuril Akhirah menguraikan beberapa riwayat tentang derajat surga tersebut. Diantaranya diriwayatkan oleh Tirmidzi, dari Atha’ bin Yassar, dari Mu’adz bin Jabal bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Surga itu ada seratus tingkatan, dan setiap tingkatannya jaraknya antara bumi dan langit. Tingkatan yang paling tinggi ialah surga Firdaus, dan yang paling utama juga surga Firdaus. Daripadanyalah mengalir sungai-sungai surga. Apabila kalian memohon kepada Allah, mohonlah surga Firdaus,” Kata Tirmidzi, Atha’ bin Yassar itu tidak mendapati Mu’adz bin Jabal.” Tetapi setahu saya, hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah secara sahih dan dengan isnad yang muttasil, seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya.

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Wahab, dari Abdurrahman bin Ziyad bin An’am, dari Utbah bin Ubaid adh-Dhabyi, dari seorang perawi yang meriwayatkan hadist ini kepadanya bahwa seseorang datang kepada Nabi saw dan bertanya, “Wahai Rasulullah, ada berapa tingkatan di surga ?” Beliau menjawab, “Seratus tingkatan.. jarak masing-masing tingkat adalah setinggi bumi dan langit. Di tingkat pertama, kamar, rumah, pintu, ranjang, dan kunci-kunci pintunya terbuat dari perak. Di tingkat kedua, kamar rumah, pintu, ranjang, dan kunci-kunci pintunya terbuat dari emas. Dan di tingkat ketiga, kamar rumah, pintu, ranjang, dan kunci-kunci pintunya juga terbuat dari permata, mutiara, dan zamrud. Sedangkan, sembilan puluh tujuh tingkatan lainnya tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.”

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Nabi SAW bersabda, “sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan. Seandainya seluruh makhluk alam berkumpul di salah satu tingkatannya saja, masih cukup menampung mereka.” Kata Tirmidzi, hadits ini gharib. Continue reading “Tingkatan Surga untuk Penghafal Al-Quran”

Menghafal Al-Quran Plus Tadabburnya

Tingginya angka buta aksara Al-Qur’an, rendahnya keinginan memiliki al-Qur’an terjemah, apalagi buku-buku tafsir, membaca tanpa memahami, menghafal miskin penghayatan, menjadikan ayat sebagi jimat, memandang Al-Qurán hanya sebagai bacaan biasa, tadarus sekedar untuk khatam/tamat dan mendapatkan pahala adalah pemandangan umum masyarakat Indonesia. Hal itu semakin diperparah lagi oleh perilaku agamawannya yang tidak sungguh-sungguh dalam mendakwahkan Al Qurán. Atas dasar itulah, Bachtiar Nasir, Lc mendirikan Ar Rahman Quranic Learning (AQL) Center Jakarta. Di antara programnya adalah Gerakan Nasional Tadabbur Qur’an (GNTQ), baik segmen umum maupun remaja. Berikut ini petikan penjelasan pria alumnus Ponpes Gontor ini tentang pentingnya tadabbur Al Quran saat menghadiri Milad ke-24 YDSF Maret 2011 lalu:

Mengapa kita harus tadabbur Al Quran?
Saya menemukan data sekitar 12 % saja dari umat Islam yang punya Al Quran terjemahan. Enam bulan lalu di sebuah kotamadya yang tergolong relijius juga menunjukkan data yang tidak jauh beda. Saya baru mengetahuinya ketika ada MTQ Nasional diadakan di sana saat itu.

Inilah yang dikuatirkan Rasulullah Muhammd saw. bahwa umatnya tidak mengacuhkan atau tidak mempedulikan Al Quran. Allah mengabarkan dalam surat , “Berkatalah Rasul, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang diabaikan.’”

Diabaikan dalam terjemahan ayat di atas berbunyi mahjuro. Makna dari tidak mempedulikan Al Quran (hajrul quran) antara lain tidak sungguh-sungguh membaca dan mendalami (tadabbur) Al Quran. Kebanyakan kita ketika berinteraksi atau bergaul dengan Al Quran ada empat pola:
Dibaca kalau sempat
– Dipelajari (tadabbur) kalau lagi mood
– Dihayati kalau kena musibah
– Diamalkan kalau menguntungkan

Bagaimana cara tadabur Al Quran?
Cara tadabbur Al Quran telah diajarkan Rasulullah saw. sebagaimana termaktub dalam doa beliau sesudah membaca Al Quran. Doanya berbunyi Allohummarhamni bil qur-an waj’alhu li imaman wa nuron wa hudan wa rohmah. Allohumma dzakkirni minhu ma nasitu wa ‘allimni minhu ma jahiltu warzuqni tilawatahu ana-al-laili wa ana-an nahar waj’alhu li hujjatan ya rabbal ‘alamin…

‘Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadaku dengan Al Quran, jadikanlah ia bagiku imam (pemimpin), cahaya, petunjuk, & rahmat. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugerahkanlah padaku kesempatan membacanya pada tengah malam dan siang, jadikanlah ia hujjah (argumentasi) yang kuat bagiku, wahai Tuhan seru sekalian alam. Continue reading “Menghafal Al-Quran Plus Tadabburnya”

Menghafal Al-Quran Menurut Al-Quran

Bagaimana menghafal Al-Quran menurut Al-Quran?

Mari kita lihat beberapa ayat yang berkaitan dengan menghafal Al-Quran dalam Al-Quran. Ini adalah bentuk tadabbur ayat-ayat Al-Quran dan dihubungkan dengan kegiatan membaca khususnya menghafal.

Mari kita mulai tadabbur ayat-ayatnya. Semoga kita bisa melaksanakannya.

Pertama: Niat ikhlas karena Allah SWT. Allah hanya menerima amal shalih yang dilakukan dengan keikhlasan atau mengharap ridha dan balasan dari Allah SWT. Tanpa niat ikhlas dalam menghafal Al-Quran, sia-sialah amal kita. Amal yang tidak dilakukan dengan ikhlas biasanya tidak istiqomah, tidak kontinyu, tidak ajeg. Sebentar semangat, sisanya malas. Hal itu karena motivasinya bukan karena mengharapkan pujian dari Allah tetapi bisa jadi yang dicari adalah pujian dari manusia (riya’). Semoga kita terhindar dari hal yang demikian. Allah berfirman dalam surat Al-Bayyinah 5: Padahal mereka hanya diperintahkan beribadah kepada Allah dengan keikhlasan, semata-mata taat karena (menjalankan) agama.

Seseorang yang punya niat yang ikhlas akan terhindar dari gangguan syetan yang terkutuk. Terhindar dari rasa malas. Yang terbayang adalah betapa Allah sangat sayang padanya dan mendorongnya untuk semangat menghafal Al-Quran, muraja’ah (mengulang hafalan), sering mendengarkan bacaan Al-Quran, mengamalkan isinya dan dia ingin untuk mengajarkannya kepada orang lain (dakwah). Continue reading “Menghafal Al-Quran Menurut Al-Quran”