Rumah Tahfidz Malang

Bimbingan Belajar Membaca & Menghafal Al-Quran dari NOL
Waktu Belajar: jam 5-6 pagi, 6-7 malam (Senin-Kamis) : Dewasa
Pilihan Belajar: 1, 2, 3x sepekan @1jam/pertemuan : Dewasa
Kelas TK-SD: Senin-Kamis, ba’da ‘Asar – 17.00

Tahsin – Tahfidz – Terjemah – Tadabbur
Misi: Hidup Bahagia dengan Al-Quran
(anti galau, bingung dan anti stress)

PROGRAM I
# PRA-TAHFIDZ
# Tahsin: cara membaca dengan benar
# Tahfidz: menghafal surat2 pendek dengan artinya dengan mudah

PROGRAM II
# Tahfidz untuk Pemula
# Target: Hafal Juz 30 dengan arti

PROGRAM III
# Tahfidz untuk Umum
# Target: Menghafal surat2 pilihan

PROGRAM IV
# Tahfidz-Tasmi’ 30 Juz
# Target: Hafal 30 juz + arti
# Syarat: Minimal hafal satu juz

Program II-IV
# Syarat: Membaca Al-Quran lancar

Pendaftaran: Rp200rb
Biaya belajar berikutnya: seikhlasnya
Yatim Dhuafa: GRATIS

Fasilitas:
.- Buku Panduan Menghafal
.- Ilmu MASTer+MAMA**
.- ‘Ulumul Quran
.- Perpustakaan
.- Sertifikat

Bonus Belajar:
.- Ilmu Tafsir
.- Adab/Akhlaq
.- Qiraah Sab’ah
.- Ilmu Balaghah
.- Shalat Khusyu’
.- Problem Solving
.- Pidato dan menulis

Pembimbing:
– Pengajar Metode MASTer
– Pengajar Metode Ummi

Info dan Daftar:
Kauny Quranic School Ar-Rahman
Kumis Kucing Dlm 46 RT5/RW2 Malang
WA: 082.333.160.800

** Sertifikat Mengajar
MAMA: Menghafal Al-Qur’an Menurut Al-Qur’an
MASTer: Menghafal Al-Qur’an Semudah Tersenyum

Ayo, Moco Quran Angen-angen Sak Maknane

————————————————————————-

Bagaimana generasi terbaik Islam menghafal Al-Quran? Mari bandingkan dengan kita…. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Abdullah bin Mas’ud ra : “ Sesungguhnya kami merasa kesulitan untuk menghafalkan lafadz-lafadz Al Quran tetapi mudah untuk mengamalkannya. Sedangkan generasi sesudah kami mudah menghafalkan Al Quran tetapi sulit mengamalkannya.”

Abdullah bin Umar ra: “ Dahulu orang yang utama dari Sahabat Rasulullah saw pada generasi awal ini hanya menghafal satu surat atau semisalnya dari Al Quran. Sedangkan generasi akhir dari umat ini pandai membaca Al Quran termasuk anak-anak dan orang buta. Tetapi mereka tidak dikaruniai kemampuan untuk mengamalkannya.”