Mengenal Menghafal Al-Quran ala Super Tahfidz

Rangkuman Tanya Jawab di Training Super Tahfidz Malang
25-26 Nopember 2017 di Masjid Abu Dzar Al-Ghifari
Bersama Ust. Muhammad Ikhsan Marzuqi

Super Tahfidz Institute :

☑ Parenting
☑ Metode Super Tahfidz
☑ Mencetak Sekolah/Pondok International Super Tahfidz
☑ Kajian Bisnis (utk men support sekolah&kesejahteraan para guru)
☑ Super Tahfidz Teachers Training
☑ Dauroh Arobiyyah utk membantu guru mempermudah cara mengajar bahasa Arab dgn mudah dan tepat.

السّلام عليكم يا استاذ
Saya ingin bertanya. Metode 200 kali dalam menghafal dalam waktu 2 jam itu bagaimana? Apakah dibaca per ayat 200x? atau per 5 baris misalnya 200 kali? atau bagaimana? bagaimana pemantauannya? berapa jumlah muridnya? جزاكم ﷲ خيرًا

Anjuran untuk pusat tahfidz balita. Jika kita ingin mewujudkan rumah tahfidz untuk balita hendaklah memperhatikan beberapa hal ini, yaitu

Pertama, Hendaklah sejak dini mengadakan kelas tahfidz untuk ibu2 hamil yang dihadiri oleh ibu calon bayi dan lebih baik lagi jika diikuti oleh ayahnya sekali seminggu 2-3 kali untuk memperkuat semangat dan mengontrol kegiatan secara bersama sehingga target yg sudah ditetapkan dapat dicapai bersama-sama.

Kedua, kegiatan kelas tahfidz untuk balita hendaklah diteruskan setelah kelahiran bayi tersebut baik di rumah atau di dalam kelas, jika di dalam kelas maka seminggu bisa dibuat 3-5 hari dengan lama asuhan di kelas selama 8 jam perhari, ini berarti pusat tahfidz untuk balita tersebut hanya mampu membantu selama 8 jam saja dari 24 jam waktu yang tersedia untuk bayi atau hanya 30% saja dari 100% asuhan tahfidz untuk balita, selebihnya yaitu sebanyak 70% lagi menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya di rumah dan ini perlu kerjasama yang kuat antara pusat asuhan tahfidz dengan orang tua jika target yang sudah ditetapkan tersebut ingin berhasil.

Ketiga, Jika mau target tahfidznya 100% bisa dicapai dari pusat asuhan tahfidz untuk balita hal ini bisa dicapai dengan syarat balitanya juga harus 100% berada di pusat asuhan selama 24 jam, dan hal ini jelas sangat memberatkan dan mengganggu pertumbuhan balita tersebut sehingga ini tidak mungkin untuk dilaksanakan, maka perlu disadari betul-betul bahwa pusat asuhan tahfidz untuk balita itu hanya mampu memberikan asuhan sebanyak 30% saja dan selebihnya harus menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya, dengan demikian kedua belah pihak dapat menyusun program bersama supaya target yang sudah ditetapkan bisa dicapai dan tidak timbul masalah seperti saling menyalahkan karena apa yang dijanjikan oleh pusat asuhan tahfidz untuk balita tidak terbukti hasilnya dan pihak pusat tahfidz untuk balita juga menyalahkan orang tua karena tidak memberikan kerjasama, ingatlah program ini hanya bisa dicapai melalui kerjasama sejak awal kehamilan dan berlanjut dengan menyusun program bersama dan dilaksanakan bersama dengan pengawasan dan kerjasama dari pusat asuhan.

Keempat, Inilah hal-hal yang perlu diperhatikan jika berminat mendirikan pusat asuhan tahfidz untuk balita, program yang ditargetkan hendaklah disusun bersama antara pusat asuhan tahfidz untuk balita dan kedua orang tua sejak awal kehamilan dan dilanjutkan setelah kelahiran sehingga visi dan misi antara pusat asuhan tahfidz untuk balita sama dengan keinginan kedua orang tuanya sehingga pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar dan targetnya juga bisa tercapai namun jika ini dianggap susah untuk diterapkan maka cara yang lebih mudah ialah dengan mengasuhnya sendiri di rumah sejak usia kandungan 4 bulan sehingga 5 tahun seperti yg sudah kita bahas sebelum ini.

Ini adalah tingkat SMP dan SMA, utk pelajaran akademik bisa dilakukan model kursus atau paket pada 3 tahun pertama utk ujian kesetaraan paket B, maksud kursus ialah mapel tidak diajarkan secara maraton atau rutin harian akan tetapi diajarkan langsung satu paket atau model kursus dan diikuti dengan karantina menjelang ujian dilaksanakan, ini utk 3 tahun pertama. Adapun 3 tahun berikutnya yaitu menengah atas maka mapel diajarkan secara rutin harian seperti umumnya namun bahasa pengantarnya mesti dalam bahasa Inggris, jadi kalau kita menyebut tentang akademik maksudnya di sini ialah semua mapel umum selain agama.

200 kali pengulangan ini adalah utk anak Sekolah Dasar ke atas dan jumlah ini sebenarnya msh sangat kurang sekali seperri yg saya nyatakan dlm pelatihan kemarin bahwa minimal mengulang dlm 1 jam adalah 500 kali, oleh sebab itu agak berat jika mau mutqin dg hanya mengulang 200 kali dlm waktu 1 jam, yg sebaiknya adalah sedikit yg dihafal bisa 1 baris saja tp pengulangannya yg banyak, nanti jika anak sdh terbiasa dg hafalan, baru bisa ditambah 2 baris, namun tetap pengulangannya hrs 500 kali, sbb yg kita targetkan adalah ayat yg ditinggalkan mestilah dlm keadaan mutqin barulah blh ditambah dg ayat lain.

Bagaimana dengan orang dewasa? apakah juga perlu pengulangan sampai 200x juga?

Sama, bahkan harus lbh sbb org dewasa itu banyak pengalamannya, pinter otaknya tp kandel lidahnya, jd perlu dilatih dg sebutan yg betul sebanyak mungkin, namun jika di dalam kelas itu tidak memungkinkan maka bisa diteruskan sendiri di luar kelas, targetnya adalah tidak blh pindah ayat kecuali setelah mutqin.

Peran Penghargaan atau Reward.

1. Carrot and stick adalah istilah yang dipopulerkan oleh Abraham Maslow dalam ilmu pengurusan atau management, carrot berarti reward atau penghargaan sedangkan stick berarti punishment atau hukuman, bahkan di dalam alquran kedua hal ini disebut dengan sangat jelas sekali, reward disebut dengan jaza atau jannah dan punishment disebut dengan azab atau naar seperti jahannam dst.

2. Nabi SAW selalu mendahulukan reward atau penghargaan di dalam mendidik sahabatnya, hal ini dapat kita lihat baginda menjululuki isterinya dg Humairo, untanya dengan Qoshwa dan kurmanya dengan Ajwa dan masih banyak lagi yg lainnya, bahkan jika baginda mendapati 2 orang yg sedang berselisih seperti suami isteri baginda memerintahkan supaya kita melihat kebaikan-kebaikan yang pernah dibuatnya dan bukan keburukan-keburukannya, ini berarti baginda sangat menekankan hal-hal yang positive di dalam membangun karakter masyarakat yang madani.

3. Yang menjadi dasar di dalam penilaian keimanan dan amal seseorang ketika diuji oleh Allah SWT seperti yang disebut di dalam hadis Qudsi bahwa Allah SWT menyuruh kita untuk senantiasa berprasangka baik kepadaNya khususnya ketika ujian itu sedang berlangsung dengan hebatnya.

4. Intinya bahwa reward atau penghargaan itu adalah hal yg sangat penting di dalam membangun jiwa seseorang, apalagi untuk anak-anak yg masih blm baligh khususnya anak-anak usia dini yang sedang dalam masa pertumbuhan baik fisiknya ataupun mental dan kognitifnya, sehingga cara yang mereka gunakan ialah dengan meniru atau child learns by imitation baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.

5. Maka jika kita memasukkan program tahfidz dalam dunia anak-anak hendaklah selalu diingat bahwa yang disukai oleh anak-anak itu sebenarnya bukan tahfidznya akan tetapi rewardnya atau penghargaannya seperti kasih sayang, pujian, hadiah, pengakuan dan seterusnya.

6. Jadi walaupun programnya tahfidz, tetapi mesti selalu mendahulukan positive learning atau reward di dalam melaksanakan tahfidz tersebut, sebab sebenarnya yang disukai oleh anak-anak adalah rewardnya dan bukan tahfidznya, mak jika tahfidz saja yang diutamakan tanpa diikuti dg positive learning jadinya anak-anak akan cepat bosan dan cenderung suasananya kering. 8. Jadi ciptakanlah suasana yang positive terlebih dahulu sebelum memulai program tahfidz atau sekurang-kurangnya ikutilah atau tonjolkanlah positive learning tersebut di dalam kegiatan tahfidz alquran, sehingga anak-anak nyaman dengan tahfidz alquran.

Assalammua’laikum ustadz,ana mau tany misal dlm kelas ada anak yg sakit otomatis anak tsb akan ktinggalan tahfidzny trs bagaimana solusiny? krn menurut penjelasan kmrn bahwa yg brhak menambah hafalan adlh guru tahfidznya.

Kelas harus ikut yang mayoritas atau dominan bukan sebaliknya, jadi penambahan mesti diteruskan meskipun ada yg absen, namun utk yg berhalangan dtg guru mesti menambah waktu khusus utk membantu anak yg tertinggal hafalannya, kmdian disambung oleh guru tambahan dan orgtuanya di rmh, sebab kalau orang tua atau guru tambahan diberi wewenang utk menambah hafalan akan terjadi perbedaan cara dan tehniknya dan ini jelas akan menyusahkan lagi hafalannya.

[05:40, 11/28/2017] afwan..ustadz marzuqi..saya mau bertanya..bagaimana soal mengajarkan lagu/nyanyian/yang memiliki nada, kepada anak balita, misalnya seperti lagu rukun islam, tepuk anak sholeh, sholawat, doa selesai mengaji, dll..apakah diperbolehkan? dan apakah akan mengganggu proses hafalan anak atau tidak?

Kita juga mendapati ada cara-cara yg diajarkan di dalam melagukan alquran yg disebut dg tarannum seperti bacaan bayati, syikah, nahawan, hijaz dst, intinya ini adalah cara yg betul di dalam melagukan bacaan alquran, lagu mengikuti bacaan dan bukan bacaan mengikuti lagu sehingga tajwid dan makhrojnya masih tetap terjaga bahkan semakin indah dan inilah yg dimaksud dg ‘zayyinu ashwatakum inda tilawatil quran atau hiasilah suaramu ketika membaca alquran.

Jadi selagi lagu itu baik dan semakin memperindah nacaan alquran spt dlm mtq atau musabaqoh tilawatil qiran atau yg lainnya saya berpendapat dibolehkan dengan catatan tajwid dan makhrojnya tidak ada yg salah bahkan semakin bagus dan indah bukan sebaliknya karena ikut lagu malah tajwid dan makhrojnya jd nerantakan semua shg ini berpotensi akan merubah maksud dari ayat tsb.

Prolog Sistem Integrasi

1. Jika kita cermati keadaan pendidikan dan pengajaran saat ini hasilnya klaupun dikatakan burukpun tidak baikpun juga tidak, artinya kita berada dalam keadaan yg tidak jelas karena untuk melahirkan ilmuwan pun susah apalagi seorang yang ulamak dan ilmuwan sekaliber imam syafii dst.

2. Padahal kita hidup di zaman yg serba modern technologi dan telekomunikasinya, namun mengapakah justeru kesempatan emas ini tidak mampu melahirkan generasi emas yg menjadi pioner peradaban umat manusia dalam segala bidang.

3. Bukankah technologi pada zaman mereka dulu itu lebih sederhana berbanding zaman kita ini, namun mengapakah justeru mereka lebih unggul daripada kita, apakah sistem pendidikan dan pengajaran mereka dulu lebih hebat sehingga mampu melahirkan ulamak pilihan ?

4. Pertanyaan ini patut direnungkan bersama supaya kita mampu menjawabnya sehingga kita mendapat jawaban yg tepat di dalam melahirkan generasi yg sholeh dan genius yg mampu mendepani tantangan masa ini dan yg akan datang.

Proses Linguistic pada Bayi.

1. Umumnya bayi diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk bisa ngomong pada usia 3 tahun, dari bangsa apapun proses ini adalah sama, atau paling lambat usia 4-5 tahun dan paling awal 2-3 tahun, hanya nabi Isa as saja yang bisa ngomong ketika masih di pangkuan atau riba ibunya karena mukjizat dari Allah SWT untuk membela kehormatan ibunya yg dituduh berzina oleh masyarakat di zamannya, selebihnya semuanya normal hanya pada usia 3 tahun secara fitrah bisa ngomong dengan sendirinya.

2. Dan jika kita ingin mempunyai program anak bisa hafal alquran pada usia dini maka hendaklah melalui 2 proses ini yaitu proses tartil dan talqin, perlu diketahui bahwa pada 3 tahun pertama perkembangan bayi maka cara belajar yang digunakan adalah passive learning, maksudnya bayi masih belum bisa memberikan respon yang jelas terhadap rangsangan yang diberikan oleh lingkungannya atau kedua orang tuanya, bahkan mereka seakan-akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, padahal faktanya memang inilah cara yang digunakan oleh bayi di dalam belajar, betul mripatnya merem tapi otaknya merekam segala yang ada di sekitarnya melalui suara yang didengarnya, bahkan bayi pada awal usia kelahirannya hanya 2 jam saja buka mata untuk minum susu atau ketika buang air, selebihnya waktunya lebih banyak digunakan untuk tidur

3. Oleh sebab itu jangan anggap tidurnya bayi itu tidak belajar akan tetapi bayi sesungguhnya tetep belajar walaupun dalam keadaan tidur, terlebih lagi kalau masih di dalam kandungan responnya bahkan nyaris tidak terlihat, maka jika orang tua menganggap bahwa tidurnya bayi itu adalah tidur dan tidak belajar maka anda jangan harap bisa punya anak hafal alquran di usia dini, justeru belajar dalam keadaan tidur itulah cara mereka seperti yang ditegaskan di dalam surah alkahfi ‘Kami tutup pendengaran mereka (ashabul kahfi) supaya mereka bisa tidur lama atau selama bertahun-tahun’ (alquran).

4. Dengan demikian maka sebenarnya cara yg paling tepat untuk proses belajar pada bayi adalah dengan dibacakan atau alquran itu ditartilkan baik secara langsung melalui bacaan dari kedua orang tuanya ataupun melalui murottal mp4 ataupun bisa juga dilakukan secara bergantian, yaitu setelah bacaan dari orang tuanya kemudian diikuti dengan bacaan murottal alquran. 5. Adapun durasinya yaitu ditartilkan 1 juz selama 1 bulan dan sehari dibaca minimal 2 kali pagi dan sore atau jika mau lima kali dibaca setengah jam sebelum atau sesudah solat fardu berarti program ini memerlukan waktu selama 30 bulan untuk 30 juz dan akan selesai pada usia bayi 2 tahun jika dimulai ketika bayi berusia 4 bulan di dalam kandungan.

5. Berikutnya setelah proses tartil ini dilanjutkan dengan proses talqin atau active learning dimana anak bayi sudah mulai bisa memberikan respon dari apa yang dibacakan oleh orang tuanya yaitu orang tua atau guru mentalqinkan alquran kepada bayi 1 hari hanya 1 halaman saja berarti kita memerlukan waktu 600 hari untuk 600 halaman alquran atau sekitar 1 tahun 8 bulan dan jika dimulai setelah program tartil selesai yaitu keti…

Teori Dominan

1. Teori ini menjadi dasar jika kita ingin melahirkan anak-anak usia dini hafal al-Quran dan juga menjadi dasar di dalam menciptakan hobi pada anak.

2. Kebanyakan yang menjadi penghalang dari keberkesanan teori ini adalah adanya beberapa hal negatif yang lebih dominan dibandingkan alquran itu sendiri, seperti waktu untuk menonton TV lebih banyak daripada untuk membaca alquran dan juga yang lainnya sehingga waktu bayi untuk mendengar alquran tidak bisa dominan lagi karena adanya halangan-halangan tersebut.

3. Padahal jika saja kita mampu menjadikan alquran itu suara atau bacaan yg paling dominan di dalam hidup kita maka dengan sendirinya target untuk program melahirkan anak usia dini hafal alquran dan anak yang hobinya membaca atau menghafal alquran itu lebih mudah untuk dicapai, namun sebaliknya jika tv itu lebih mendominasi hidup kita maka dengan sendirinya sangat susah untuk mencapai target tersebut. 4. Jadi cara yang paling baik ialah dengan mengurangi atau bahkan jika mampu membungkusnya dengan kain kafan dan menulisnya innaa lillahi wainna ilaihi roji’un supaya hal-hal negatif di dalam rumah kita tidak menghalang proses pembelajaran alquran dan akhirnya alquran lebih mendominasi di dalam mendidik anak-anak kita.

Ustadz apa betul logikanya jika anak sudah mutqin disekolah tapi dirumah tidak pernah di muroja’ah sama ortunya , otomatis hafalan anak yang sudah dihafal sebelumnya banyak yang lupa ya?

Masih berpotensi lupa sebab seperti pesan rasulullah SAW bahwa alquran itu larinya spt seekor unta, oleh sebab itu perlu diulang terus walaupun sdh mutqin.

Bismillah. Ustadz, utk meng create sebuah pesantren/sekolah yg berkualitas utk menghasilkan output yg paripurna. Apa yg dipersiapkan lebih dl, apakah sarana/gedung dl atau SDM / pendidik? jg utk mendapatkan pendidik yg siap berjuang di jalan Allah bisa dibilang agak sulit. Mohon solusinya. Syukron

Ciri Sekolah yang Berkualitas.

1. Utk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini yaitu pertama mempunyai program unggulan, kedua mempunyai metode mengajar yang bagus, ketiga mempunyai guru yang profesional, dan dari ketiga hal ini maka guru adalah faktor yang paling urgent atau dominan, oleh sebab itu kita mesti menyiapkan, melatih dan mendidik guru tersebut sebaik mungkin jika ingin sekolah atau pondok kita maju.

2. Dan seperti yang kita ketahui bahwa rasulullah Shollallohu Alaihi Wasallam menyampaikan bahwa sebaik-baik zaman atau generasi adalah zaman atau generasi dimana beliau hidup kemudian generasi sesudahnya dan seterusnya, padahal kalau kita lihat pada zaman baginda kita tidak mendapati bangunan yang besar-besar, atau sarana dan pra saranan yang hebat-hebat bahkan yang ada justeru sederhana saja namun mengapakah keadaan tersebut malah mampu melahirkan generasi terbaik sepanjang masa, tak lain dan tak bukan ini lahir karena faktor manusianya atau sumber daya manusianya yang disiapkan dan dididik terlebih dahulu daripada bangunannya.

3. Jadi untuk melahirkan generasi yang terbaik yang mesti disiapkan terlebih dahulu adalah gurunya atau sumberdaya manusianya setelah itu barulah diikuti dengan sarana dan pra sarananya sehingga dapat dikatakan bahwa kehebatan sebuah generasi itu bukan diukur dari bangunannya akan tetapi diukur dengan manusianya atau guru dan pendidiknya.

Ustadz, perihal pesantren/sekolah international super tahfidz apa berbiaya tinggi dr sisi walisantri? atau ada financial support dr amal usaha pesantren?

Insya Allah kita mesra dan ramah biayanya serta ada subsidi silang dari muhsinin bagi yg layak baik melalui usaha mandiri pondok ataupun yg lainnya itulah sebabnya mengapa sejak awal akadnya kita adalah wakaf utk umat islam, mohon doanya segala rencana ini dimudahkan oleh Allah SWT.

Kesejahteraan Guru.

1. Di Gontor gaji guru tidaklah banyak karna lembaga pendidikan ini menanamkan jiwa keikhlasan kepada santri-santrinya dan ini dicontohi oleh guru dan para kyainya sehingga segala kegiatan di pondok ini bisa berjalan dengan lancar dengan modal keikhlasan tersebut, slogan di sini ‘ikutilah mereka yang tidak meminta balasan dan mereka itulah termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. Yasin).

2. Namun demikian, bukan berarti kesejahteraan guru di sini terabaikan justeru pelayanan yg mereka dapatkan sangat luar biasa, seperti setiap guru yg sudah berumah tangga diberikan kediaman yg bagus, kendaraan, tunjangan sembako, kesehatan dst, yang jika diuangkan malah mengalahkan upah minimum di luar, itulah cara Gontor di dalam mensejahterakan kehidupan guru-gurunya.

3. Hal ini berbeda dengan yang saya temui ketika memberikan pelatihan di pulau Bawean, beberapa orang guru ngaji sempat curhat dengan sangat sedih, mereka mengatakan bahwa saat ini masyarakat Bawean kurang menghargai peran dan sumbangan seorang guru ngaji, bahkan guru akademik seakan lebih berharga daripada guru ngaji, padahal yuran ngajinya sudah diturunkan sebulan hanya 30 ribu saja, itupun banyak juga yang nunggak alias tidak bayar, bahkan sampai ada yang setahun, sudah gitu banyak wali murid yang suka marah dan komplen, walaupun begitu alhamdulillah mereka masih sabar dan bertahan, memang sulit sekali keadaannya, boleh dikatakan ketika ngajar ngaji yang terbayang bukanlah pahala akan tetapi besok nyari duit kemana utk menanggung keluarga, maka tak heran jika ada kabar bahwa lebih dari 50 tpq di solo akan membubarkan diri atas alasan karena kesejahteraan gurunya.

4. Inilah fakta guru ngaji di negeri ini, padahal kalau kita melihat teladan pada zaman sahabat nabi, yang terjadi malah sebaliknya, seperti pada zaman Umar Bin Khattab, beliau menggaji guru alquran di Madinah 15 dinar atau sekitar 18 juta perbulan (Ash-Shinwani, 2006), betapa fantastisnya gajj mereka, dan itulah yang sebaik-baiknya penghormatan kepada guru2 alquran, guru yang mengajarkan wahyu Allah Subhanahu Wata’ala sehingga menjadikannya bahagia di dunia dan akhiratnya.

5. Kita berharap smoga ke depan nasib guru ngaji semakin baik dan mendapat perhatian yg lebih dr negara, atau smoga guru2 ngaji mampu berdikari di arus kehidupan yang semakin deras ini, amin. Smoga bermanfaat.

Long Life Learning with alquran..!

Hendaknya kita punya program alquran utk anak-anak kita sebagai bekal di dalam hidup mereka sesuai dengan tahapan perkembangan mereka, berikut ini beberapa fase perkembangan anak yg bisa diprogram dg alquran,

Pertama : Fase Linguistic, dimana fase ini dimulai sejak anak masih di dalam kandungan, tepatnya sejak pendengarannya berfungsi yaitu ketika ruh ditiupkan pada usia 4 bulan sehingga usia anak 5 tahun, dalam usia ini tumpuan perkembangan anak adalah bahasa yang berpusat pada pendengaran atau telinganya, dan ini sifatnya alami atau fitrah maksudnya tanpa melalui proses pembelajaran namun semua anak mampu berbicara dengan baik walaupun anak tidak bisa membaca dan menulis, jadi proses lingistic ini adalah gratis sehingga semua manusia bisa ngomong tanpa proses belajar dan pusat pengembangannya adalah telinga, dan oleh karena alquran itu juga bunyi maka jika seorang anak dibiasakan dengan tartil atau murottal alquran maka anak juga akhirnya bisa menirukan bunyi tersebut.

Kedua, fase mata atau pre logika, fase ini mulai dari usia 5-12 tahun maksudnya dalam fase ini anak sudah mulai bertanya banyak hal tentang kejadian atau fakta yang ada di sekitarnya, anak sudah mulai membaca baik membaca alam ataupun literasi seperti buku ataupun yg lainnya utk mematangkan logikanya sehingga anak tsb mampu atau siap melaksanakan islam dg baik atau taklif dg baik, pada usia ini alquran bisa diajarkan dengan dua cara yaitu dg cara membaca atau mata dan mendengar atau telinga sehingga hasilnya bisa maksimal.

Ketiga ialah tahap taklif atau akil baligh atau rasional, tahap ini mulai dari usia 12 tahun ke atas, kelebihan pada usia ini adalah anak sudah matang fikirannya maka utk belajar alquran tentunya lebih mudah sehingga alquran bisa diajarkan dg mata, telinga dan fikirannya seperti tadabbur maksudnya dst. Jadi inilah tahapan-tahapannya sehingga kita dapat menyusun dan merencanakan program alquran yang baik utk anak-anak kita.

Ketika anak berusia berapakan adab terhadap Al Qur’an bisa diterapkan..ustadz? Karena utk anak kecil, sy masih membiarkan mereka muraja’ah sambil mewarnai/bermain lainnya.

Adab bisa diterapkan sedini mungkin melalui teladan dr orang2 yg terdekat khususnya kedua org tua hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW, namun yg paling utama adalah bahwa anak mesti cenderung dan suka dulu kpd org tua atau lingkungannya sebelum adab ditanamkan, hal ini sangat penting spy anak tidak merasa hal ini sebagai bentuk pemaksaan akan tetapi suatu proses yang menyenangkan yg dimulai dari doa, teladan dan positive learning.

 

Bahasa Arab Metode Ta’wid

Asal mula penulisan buku ini adalah bermula pada tahun 2010 tepatnya di I-QAF atau Intensive Quran Arab dan Fardhu ‘Ain Selangor Malaysia, hal ini karena adanya keperluan yang sangat mendesak akibat dari kurangnya guru dan banyaknya waktu yang diperlukan karena matapelajarannya juga banyak, akhirnya untuk menghemat waktu, biaya dan pengajaran yang lebih efisien maka saya buatlah buku ini, dan ketika saya kembali ke Indonesia atas permintaan dari kawan-kawam maka saya terbitkan untuk membantu kawan-kawan di sini.

Adapun kelebihan dari bahasa Arab Ta’wid ialah :
1. Di dalamnya sudah terangkum 5 disiplin ilmu iaitu seperti pengenalan kosakata, khat, mahfudhot, insya atau karangan dan imla’, sehingga dengan mempelajari buku ini berarti sudah belajar kelima-lima mapel tersebut.

2. Cara pengajarannya juga sangat mudah dimana murid hanya dibiasakan dengan sebutan yang benar kemudian mengulang-ulangnya dalam 5 mapel tadi sehingga tanpa terasa murid faham dengan sendirinya.

3. Target yang dikuasai dari buku ini adalah mampu memahami dengan baik, bisa menulis dengan betul, mampu membuat karangan, bisa menulis dengan betul apa yang dibaca dan bisa hafal dan menulis mahfudhot atau kata-kata hikmah.

4. Adapun cara penyebutan mufrodatnya menggunakan model ‘Thoriqoh mubasyiroh’ atau langsung menyebut nama isimnya tanpa menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, cara ini terbukti sangat baik di dalam mengajarkan bahasa Arab sebagaimana yang telah diterapkan di Gontor.

5. Buku ini bisa diajarkan mulai anak sd kelas 1 sehingga ke tahap yang lebih tinggi, jika untuk sd maka 1 tahun 1 buku namun jika untuk smp dan ke atas maka 1 buku untuk 1 semester sebab buku ini ada 5 jilid dan sekarang baru diterbitkan jilid yang pertama insya Allah sebelum akhir tahun ini akan terbit jilid yang kedua.

6. Demikianlah sekilas tentang metode arab ta’wid mudah2an bisa membantu kawan2 yang terlibat di dalam dunia pendidikan dan pengajaran, mohon doanya semoga Allah SWT memberikan kemudahan di dalam saya menyusun buku selanjutnya.